Tips Marketing Strategy ala IDN Creative agar Produkmu Laris Manis di Bulan Ramadan

Ada yang kangen iklan di bulan ramadan nggak? Iya, sama! Saya juga. Menjelang bulan ramadan pasti yang menjadi ciri khas utamanya adalah adanya iklan-iklan dari brand-brand tertentu yang khas dengan nuansa ramadan. Mulai dari iklan sirup, pakaian hingga brand-brand terkenal lainnya berlomba-lomba membuat konten semenarik mungkin agar dapat mencuri perhatian para generasi millenial dan generasi Z.

Selama pandemi, tentunya sedikit banyak pasti akan berdampak pada pola prilaku masyarakat dalam berinteraksi dan menjalankan aktivitas selama bulan ramadan. Demi mengurangi dampak penyebaran pandemi Covid 19 ini, kita membatasi diri untuk berinteraksi dengan banyak orang. Hal itu juga berpengaruh pada pola penggunaan smartphone sebagai satu-satunya akses informasi terlengkap selama pandemi. Apalagi pada generasi millenial, mereka menggunakan smartphone sebagai akses mengekspresikan diri dalam menyambut bulan ramadan.  

Banyak brand juga melakukan berbagai cara agar dapat menarik minat perhatian generasi millenial dan Gen Z agar tertarik membeli produk-produk dari brand tersebut. IDN Creative memiliki beberapa insight bagi kamu yang memiliki produk dan ingin membuat konten agar dapat mencuri perhatian masyarakat sehingga dapat laris manis di pasaran. Berikut ini Tips Marketing Strategy agar produkmu laris manis di Bulan Ramadan menurut IDN Creative.

  • Go hyper-local, go hyper-relevant

Sederhananya adalah seperti contoh berikut ini, pada bulan ramadan tentunya banyak keluarga akan menghidangkan menu-menu spesial pada saat berbuka nanti, maka menurut IDN Media bahwa keyword dengan kata “dessert” akan meningkat dua kali lipat di bulan ramadan. Hal ini berdasarkan atas minat banyak orang agar dapat menghidangkan menu spesial pada saat berbuka puasa.

Melihat akan trend seperti itu, maka IDN Crearive mampu mengoptimalkan momen tersebut seperti dalam brand Susu Indomilk, dengan mengenalkan brand tersebut yang mampu menjadi bahan utama dalam beberapa menu makanan, membuat adanya relevansi produk dengan keyword yang dicari menjadi sangat berkesinambungan sehingga muncul di saat yang tepat. Pada intinya brand harus mampu menyampaikan cerita yang tepat, di momen yang tepat, dan dengan media yang tepat.

  • Speak Their Language

Pada bulan ramadan, tentunya akan merubah pola prilaku generasi millenial dan Z dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama pandemi. Brand juga harus mampu memahami keadaan dan kondisi aktual yang terjadi, agar dapat menyampaikan pesan-pesan dalam kontennya sesuai dengan kondisi. Di samping itu juga, brand harus mencari tau apa hal-hal yang sedang hype di masyarakat dan informasi apa yang sering dicari selama bulan ramadan. Pada kesempatan seperti ini, brand juga harus mampu menyelipkan pesan-pesan pada konten tersebut agar terjadinya kedekatan dengan generasi millenial dan generasi Z.

Menurut survey yang dilakukan oleh IDN Creative bahwa konten yang menyediakan informasi ringan dalam kontennya akan lebih dicari 2x lipat oleh para pengguna, kemudian konten dengan topik hiburan 6x lebih diminati oleh para pengguna selama bulan ramadan. Intinya menyediakan informasi menarik yang dikemas dalam bentuk ringan ataupun topik hiburan akan sangat diminati oleh para warganet sembari menemani mereka dalam menunggu waktu berbuka puasa.

  • Tailor-made your stories

Menyampaikan informasi secara personal tentunya akan sangat diminati daripada konten yang menggeneralisir. Maksudnya adalah brand mampu menghadirkan konten dengan informasi secara personal sehingga dapat menyentuh para millenial dan generasi Z lebih dalam. Perlu diketahui juga, genereasi Millenial dan gen Z memiliki preferensi yang berbeda-beda, sehingga brand harus mampu mengetahui hal tersebut, agar konten yang mereka buat mampu menyentuh audience lebih dalam. Kemudian diamplifikasi ke dalam banyak media publisher.

Di IDN Media, konten dengan keyword menu buka puasa contohnya dapat disesuaikan dengan publisher masing-masing sesuai dengan karakteristiknya. Contohnya saja seperti menu buka puasa untuk keluarga dengan mempostingnya di platform parenting atau family. Atau bisa juga seperti menu buka puasa kekinian ala anak muda bagi publisher yang memilki target audience anak muda pada publisher tersebut.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *