Pengalaman Donor Darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Bali
Donor darah merupakan salah satu kegiatan yang positif bagi kita. Tidak hanya agar tubuh menjadi lebih sehat dengan pertumbuhan sirkulasi darah yang baru, kita juga dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Saya sendiri sudah melakukan donor darah sebanyak tiga kali. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya ketika melakukan donor darah di PMI Bali. Sebelumnya saya desclaimer terlebih dahulu ya, tulisan ini merupakan pengalaman donor darah saya sebagai orang awam dan tanpa tahu istilah medis atau alat kedokteran lainnya. Jika ada kesalahan atau istilah yang kurang tepat dapat memberikan saran perbaikan yang positif melalui kolom komentar. Terima kasih. Berikut ini ulasan saya mengikuti proses donor darah selengkapnya.
Persiapan Donor Darah
Ternyata tidak semua orang dapat mengikuti donor darah ini, tergantung kondisi kesehatan fisik tiap orang. Kamu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi form formulir. Pada formulir ini kamu akan mengisi beberapa pertanyaan mulai dari identitas pribadi, kesediaan mengikuti donor hingga riwayat penyakit. Setelah mengisi formulir, silakan setorkan ke petugas untuk dicek kembali.
Setelah itu peserta donor akan dipanggil ke tahapan selanjutnya, di sini kamu akan diminta untuk memberikan bagian ujung jari. Petugas akan mengambil sedikit darah sebagai sampel sebelum melakukan tahapan donor darah selannjutnya.
Tahap selanjutnya adalah pengecekan tensi, nah tahap inilah yang menjadi salah satu penentu kamu bisa mengikuti donor darah atau tidak. Jika tensi peserta terlalu tinggi atau rendah, peserta biasanya tidak diizinkan untuk melakukan donor darah. Petugas juga akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti jam tidur, peserta ada indikasi mengonsumsi obat, ataupun pertanyaan lainnya. Jika tensinya sudah dinyatakan baik, kamu pun tinggal menunggu panggilan antrian donor darah.

Proses Donor Darah
Setelah namamu dipanggil, kamu akan langsung menuju ruangan donor darah. Di sini biasanya pasien akan tidur terlentang atau bisa juga duduk. Selanjutnya petugas akan menyiapkan alat dan mencari titik yang sesuai di pergelangan tangan. Setelah berbagai pengecekan dan pemasangan alat donor, kamu pun tinggal menunggu sampai proses donor selesai.
Donor darah ini satu kantong terdiri dari 500 ml dari total seluruh darah yang ada pada tubuh kita yaitu 5 liter. Bagi pengalaman pertama kemungkinan wajar merasa agak sedikit pusing, namun jika dibawa istirahat saya mengalami kondisi yang bugar dan menyehatkan. Setelah selesai melakukan donor darah, silakan menuju petugas kembali untuk mendapatkan biskuit dan vitamin.
Jangan lupa juga untuk selalu membawa kartu donor ya, karena di PMI sendiri ini akan menyesuaikan dengan laporan donor kita selanjutnya. Jika kamu berhasil melakukan donor dengan jumlah tertentu sesuai dengan kategori PMI, kamu pun bisa berkesempatan mendapat reward yang telah ditentukan. Adanya kartu ini juga sebagai tolak ukur waktu pelaksanaan donor darah, karena setiap peserta yang sudah melakukan donor darah, dapat melakukan donor darah kembali sekitar dua sampai 3 bulan lagi.
Demikianlah ulasan saya mengenai pengalaman melakukan donor darah di PMI Bali. Bagi kamu yang ingin melakukan donor darah, kamu bisa langsung datang ke kantor PMI atau pun mengikuti donor darah pada event yang bekerja sama dengan PMI. Mudah-mudahan dengan donor darah ini dapat menjadi wasilah kita untuk bisa menjaga kesehatan dan membantu orang lain.



Post Comment