Loading Now

Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia

Ekosistem Gambut

Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan atau yang sering kita dengar dengan KARHUTLA adalah fenomena tahunan yang kerap kali terjadi di Indonesia. Adanya musim kemarau panjang akibat El Nino menjadi salah satu pemicu kebakaran hutan yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu saja, kebakaran hutan juga bisa jadi akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat kondisi Karhutla ini menjadi lebih masif di Indonesia. Padahal kita mengenal ekosistem gambut yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem alam, akibat Karhutla ini membuat ekosistem Gambut terbakar dan kehilangan manfaatnya secara maksimal. 

WhatsApp-Image-2026-10-19-at-14.25.50-1024x576 Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia
Webinar EBS bersama Pantau Gambut dan Bang Aik

Gambut, Ekosistem Alami yang Kehilangan Fungsinya 

Ekosistem Gambut adalah satu-satunya ekosistem alami yang mampu menyerap air dengan kapasitas yang cukup banyak. Layaknya satu tubuh manusia, ia memiliki keterkaitan antara satu dengan gambut lainnya. Jadi, jika satu bagian dari ekosistem gambut tedampak, maka gambut lainnya juga akan merasakan dampak yang sama. 

WhatsApp-Image-2026-10-19-at-14.26.52-1024x559 Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia
Contoh Ekosistem Gambut

Gambut memiliki banyak sekali manfaat di antaranya penyerapan air dengan kapasitas yang banyak, tempat banyak hidup hewan dan penyimpan cadangan air di musim kemarau. 

Efek Kanalisasi dan Sistem Drainase terhadap Ekosistem Gambut 

Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal akan ekosistem gambut adalah Kalimantan, Sumatera dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Semakin berkembangnya industri perkebunan secara tidak langsung akan berdampak terhadap ekosistem gambut yaitu adanya sistem kanalisasi dan drainase di lahan perkebunan. 

WhatsApp-Image-2026-10-19-at-14.25.49-765x1024 Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia
Efek Kanalisasi dan Sistem Drainase

Adanya kanal dan drainase sebagai perairan bagi perkebunan ini berdampak besar bagi lahan gambut. Gambut yang mengalami kekurangan air akan terancam mengering, kemudian akan teroksidasi yang menyebabkan tanah menjadi asam. Ekosistem gambut ini akan menjadi racun bagi habitat hewan di sekitar lahan gambut. Maka dari itu, dengan mengeringnya ekosistem gambut ini mengakibatkan dampak Karhutla yang semakin besar di Indonesia.

Pemerintah perlu menaruh perhatian khusus terhadap ekosistem gambut, kita menyadari bahwa musim kemarau panjang ini merupakan fenomena tahunan yang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di beberapa titik di Indonesia. Maka dari itu, jika gambut ini dipertahankan maka bisa menjadi langkah preventif dalam mencegah penyebaran kebakaran hutan pada musim kemarau. 

Biodiversitas, Variasi Pangan Lokal yang Mengenyangkan

Selain tentang ekosistem Gambut, dalam Webinar EBS juga menjelaskan tentang keragaman pangan lokal yang ada di Indonesia atau yang bisa kita istilahkan dengan Biodiversitas. Indonesia sebagai negara agraris dann maritim tentu memiliki hasil pertanian dan laut yang melimpah sehingga seharusnya masyarakat Indonesia tidak perlu kesulitan dalam mendapatkan pangan lokal setempat.

WhatsApp-Image-2026-10-19-at-14.25.506-1024x417 Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia
Biodiversitas

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 90% masyarakat Indonesia lebih banyak mengonsumsi nasi dan olahan tepung terigu sebagai menu utama dalam memenuhi pangan sehari-hari. Ada istilah belum kenyang rasanya kalau belum makan nasi. Istilah ini sering kita dengar di sekitar kita, namun agaknya kurang tepat jika dipahami secara utuh. Indonesia memiliki pangan lokal seperti umbi-umbian, singkong, sagu, jagung sampai kedelai yang bisa diolah menjadi sumber pangan lokal yang mengenyangkan.

Solusi Meja Makan Kita dengan Seporsi Makanan Sehat Pangan Lokal

Sebagai warga lokal, saya pribadi dan ingin mengajak para pembaca sekalian agar bisa memanfaatkan pangan lokal ini sebagai sumber pangan utama sehari-hari. Selain mudah dicari dan harga yang terjangkau, kita juga bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari secara optimal. Salah satu parameter gizi yang baik adalah ketika terpenuhinya kebutuhan karbo, protein dan serat yang mana hal tersebut bisa kita dapatkan melalui pangan lokal yang ada di sekitar kita. 

Tren Nak Kodya, Kukusan Sehat sebagai Menu Sarapan Pagi yang Menyehatkan

Berbicara tentang pangan lokal, di Kota Denpasar saat ini marak sekali penjual kukusan sehat dengan harga yang terjangkau. Contoh kukusan sehat adalah seperti ubi ungu, ubi kuning, jagung, edamame, telur rebus hingga kentang kukus. Semua dijajakan dengan kondisi fresh dari kompor. 

kodya Ekosistem Gambut hingga Pangan Lokal, Penyelamat Hutan dan Perut Masyarakat Indonesia
Sumber : Youtube

Peminat kukusan sehat ini pun dapat dikatakan cukup banyak. Mulai dari Gen Z sampai Gen Milenial menjadi konsumen terbanyak dalam mengonsumsi kukusan sehat. Alasan utamnya adalah selain praktis, dan murah. Kukusan ini juga bisa mengenyangkan dan menyehatkan. Mulai dari siswa sekolah hingga pekerja kantoran memilih kukusan sehat karena dirasa lebih simpel dan bisa menjadi menu pangan lokal sebagai menu sarapan sehat. 

Ekosistem Gambut dan Pangan lokal adalah dua hal yang sangat penting bagi kita. Ekosistem gambut sangat bermanfaat dalam pencegahan kebakaran hutan, dan pangan lokal dapat menjadi solusi sumber pangan yang mengenyangkan dan menyehatkan. Maka mari bersama-sama merawat dan membiasakan pilihan hidup sehat dengan meningkatkan kepedulian kita terhadap dua hal tersebut. 

Post Comment