JEJAK PANORAMA

Kolaborasi Pentahelix Cegah Kusta melalui Ruang Publik KBR

Cegah Kusta

Keresahan Diri terhadap Pola Hidup yang Kurang Sehat

Dewasa ini saya sedang menaruh perhatian lebih untuk selalu peduli terhadap kesehatan diri. Saya merasa kurang perhatian dalam menjaga kesehatan diri yaitu mulai dari menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga. Di samping itu juga, sesekali saya juga mengikuti talkshow kesehatan untuk menambah pengetahuan saya tentang menjaga kesehatan tubuh. Bertepatan dengan itu, saya pun bekersempatan untuk mengikuti kegiatan Talkshow yaitu program Ruang Publik KBR yang berkolaborasi dengan Pentahelix dalam cegah kusta dan menyelesaikan permasalahan Kusta di Indonesia.

Kenali Penyakit Kusta

Kusta, menjadi perhatian yang menarik bagi saya. Selain menjaga pola sehat dan kebersihan diri menjadi hal yang mendasar. Kita juga seharusnya turut serta mempelajari tentang penyakit ini. Banyak orang yang salah memahami tentang penyakit kusta ini. Akibat dari hal tersebut, banyak para penderita kusta yang mengurung diri atau membatasi ruang mereka di ruang publik karena oknum-oknum yang mendiskriminasi dan memberi stigma yang buruk terhadap penyakit tersebut.

Apa itu Penyakit Kusta

Menurut halodoc, Kusta adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium leprae, bakteri yang menyerang kulit dan jaringan saraf perifer serta mata dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung. Resiko penyakit kusta dapat terjadi jika memiliki kelainan genetik pada sistem imun, kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta seperti armanmdillo atau tinggal di area endemik kusta.

Penyebab kusta ini disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat. Penularan kusta ini dapat disebabkan melalui kontak fisik yang cukup lama, atau menghirup udara di mana kita berada dekat dengan pengidap kusta. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah kusta serta merta tidak dengan mudah menularkannya pada manusia.

Hari Kesehatan sebagai Tombak Awal Cegah Kusta dan Menepis Stigma Negatif terhadap Pengidap Kusta

Tepat pada tanggal 7 april merupakan hari yang kita kenal sebagai Hari Kesehatan Sedunia, melalui momentum ini saya ingin menyerukan kembali isu-isu negatif tentang kusta ini agar tidak mendapat stigma yang buruk dari masyarakat. Di samping itu juga, Kusta sering mendapat cibiran, namun jarang mendapat perhatian yang khusus dari publik masyarakat. Padahal kusta di Indonesia memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi sehingga perlunya kita mengedukasi diri agar peduli terhadap pencegahan tersebut dan mendukung para penderita kusta agar sembuh dari isu penyakit tersebut.

Bukti yang dapat kita rasakan adalah hingga saat ini Indoneisa menjadi penyumbang penyakit kusta baru dengan peringkat ke-3 tertinggi di dunia. Menurut data yang ada terdapat penambhan 17000 kasus baru dalam setahun di Indonesia. Dampak yag diberikan terhadap pengidap kusta pun cukup besar yaitu mulai dari masalah fisik, psikologis, mental dan sosial, baik pada pasien kusta , keluarga hingga pasien kusta yang ada di sekitarnya.

Bersama Pentahelix Cegah Kusta di Indonesia

Suatu gerakan yang yang diinisiai oleh Pentahelix yaitu dalam rangka mengedukasi dan berupaya bersama dalam memutus rantai penularan dan cegah kusta secara komperehensif di masyarakat. Kolaborasi Pentahelix ini melibatkan lintas sektor, yaitu baik para akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, komunitas hingga media.
Salah satu yayasan yang turut andil dalam upaya pencegahan kusta ini adalah Yayasan NLR Indonesia. Yayasan ini merupakan sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang mendorong pembrantasan kusta dan inklusi bagi orang dengan disabilitas termasuk akibat kusta.

What Next?

Kusta seyogyagnya dapat menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dalam upaya pencegahan dan memberikan moral support terhadap pengidap kusta. Mudah-mudahan melalui Ruang Publik KBR ini dapat menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan banyaknya lintas sektor yang membantu dalam pencegahan dan pembrantasan Kusta ini. Dengan upaya yang dilakukan oleh Pentahelix dapat menjadah wadah awal bagi penyebaran informasi edukatif ini bagi Indonesia.

Exit mobile version